7 Hal Baru, Yang Diterapkan Pada Kurikulum Paradigma Baru Di bidang Pendidikan

Nadiem Makarim Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan  /Foto : kompas.com 
Warta Didik – kurikulum paradigma baru mulai pelajaran tahun 2021 sampai Tahun 2022, Dikutip dari kanal Youtube Obor Edukasi, Selasa (4/1/22)
Kementerian Pendidikan Kebudayaan riset dan teknologi telah meluncurkan kurikulum paradigma baru sebagai penyempurnaan dari KTSP 2013 
kurikulum paradigma baru ini akan diberlakukan secara terbatas dan bertahap melalui program sekolah penggerak dan pada akhirnya akan diterapkan pada setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia
Sebelum diterapkan pada setiap satuan pendidikan Mari kita mengenal 7 hal baru yang ada dalam kurikulum paradigma baru
Pertama struktur kurikulum profil pelajar Pancasila menjadi acuan dalam pengembangan standar isi standar proses dan standar penilaian atau struktur kurikulum capaian pembelajaran W 
Prinsip pembelajaran dan asesmen pembelajaran secara umum struktur kurikulum paradigma baru terdiri dari kegiatan intrakurikuler berupa pembelajaran tatap muka bersama guru dan kegiatan proyek Selain itu setiap sekolah juga diberikan keleluasaan untuk mengembangkan program kerja tambahan yang dapat mengembangkan kompetensi peserta didiknya dan program tersebut dapat disesuaikan dengan visi misi dan sumberdaya yang tersedia di sekolah tersebut
Kedua hal yang menarik dari kurikulum paradigma baru yaitu jika pada KTSP 2013 kita mengenal istilah KI dan KD yaitu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa setelah melalui proses pembelajaran, maka pada kurikulum paradigma baru kita akan berkenalan dengan istilah baru yaitu capaian pembelajaran CP yang merupakan rangkaian pengetahuan keterampilan dan sikap sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh
Oleh karena itu setiap asesmen pembelajaran yang dikembangkan oleh guru haruslah mengacu pada capaian pembelajaran yang telah ditetapkan
Ketiga pelaksanaan proses pembelajaran dengan pendekatan tematik yang selama ini hanya dilakukan pada jenjang SD saja 
Pada kurikulum baru diperbolehkan untuk dilakukan pada jenjang pendidikan lainnya dengan demikian pada jenjang SD kelas 4 5 dan 6 tidak harus menggunakan pendekatan tematik dalam pembelajaran atau dengan kata lain sekolah dapat menyelenggarakan pembelajaran berbasis mata pelajaran 
Keempat Jika dilihat dari jumlah jam pelajaran kurikulum paradigma baru tidak menetapkan jumlah jam pelajaran per minggu seperti yang selama ini berlaku pada KTSP 2013 Akan tetapi jumlah jam pelajaran pada kurikulum paradigma baru ditetapkan per tahun sehingga setiap sekolah memiliki kemudahan untuk mengatur pelaksanaan kegiatan pembelajarannya suatu mata pelajaran bisa saja tidak diajarkan pada semester ganjil namun akan diajarkan pada semester genap atau dapat sebaliknya 
Misalnya mata pelajaran IPA di kelas 8 hanya diajarkan pada semester ganjil saja sepanjang jam pelajaran per tahunnya terpenuhi maka tidak menjadi persoalan dan dapat dibenarkan 
Kelima sekolah juga diberikan keleluasaan untuk menerapkan model pembelajaran kolaboratif antar mata pelajaran serta membuat assessment lintas mata pelajaran misalnya berupa assessment sumatif dalam bentuk proyek atau penilaian berbasis proyek
Pada kurikulum paradigma baru siswa SD paling sedikit dapat melakukan dua kali penilaian proyek dalam 1 tahun pelajaran sedangkan siswa SMP sma-smk setidaknya dapat melaksanakan tiga kali penilaian proyek dalam 1 tahun pelajaran 
Hal ini bertujuan sebagai penguatan profil pelajar Pancasila 
Keenam untuk mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi tik yang pada KTSP 2013 dihilangkan, maka pada kurikulum paradigma baru mata pelajaran ini akan dikembalikan dengan nama yaitu Informatika dan akan diajarkan mulai dari jenjang SMP bagi sekolah yang belum memiliki sumber daya guru Informatika maka tidak perlu khawatir untuk menerapkan mata pelajaran ini karena mata pelajaran ini tidak harus diajarkan oleh guru yang berlatar belakang teknologi Informatika
Namun dapat diajarkan oleh guru umum Hal ini disebabkan karena pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan riset dan teknologi telah mempersiapkan buku pembelajaran Informatika yang sangat mudah digunakan dan dipahami oleh pendidik dan peserta didik
Ketujuh untuk mata pelajaran IPA dan IPS pada jenjang sekolah dasar kelas 4 5 dan 6 yang selama ini berdiri sendiri dalam kurikulum paradigma baru kedua mata pelajaran ini akan diajarkan secara bersamaan dengan nama mata pelajaran ilmu pengetahuan alam sosial (IPAS) 
Hal ini bertujuan agar peserta didik lebih siap dalam mengikuti pembelajaran IPA dan IPS yang terpisah pada jenjang SMP sedangkan pada jenjang SMA peminat atau penjurusan IPA IPS dan bahasa akan kembali dilaksanakan pada kelas 11 dan 12
Sumber :yt/Obor Edukasi 

Pos terkait