Athifa Sahnaz Ramadhani Asal Banyumas Raih Juara Dua dalam Ajang Putri Remaja Indonesia

WARTAPANTURA.ID – Athifa Sahnaz Ramadhani remaja putri asal Kabupaten Banyumas berhasil menyabet juara dua dalam ajang Final Pemilihan Putri Remaja Indonesia yang digelar 3-7 Nov 2021 di Jakarta. Athifa menjadi wakil Jawa Tengah setelah mengikuti audisi Putri Remaja Jawa Tengah 14 Maret di Cilacap dan masuk Final Putri remaja Jawa Tengah tanggal 12 Mei dan menjadi juara 1.
Gadis kelahiran Semarang, 1 Desember 2002 putri dari pasangan Mohamad Teguh Riyadi dan Any Rachmawati yang beralamat di Jl Prajurit Risun No 24 RT 3/RW 9 Kelurahan Karang Klesem Kecamatan Purwokerto Selatan tersebut, pada babak final memperkenalkan budaya dan Batik Banyumas ke kancah nasional. 
“Bahkan Batik Banyumas yang kami bawa akhirnya dijadikan kenangan oleh para juri dan host,” kata Any Rachmawati Ibunda Athifa Minggu 15 Nopember 2021.
Mahasiswi Fisip Unsoed Purwokerto jurusan Ilmu Komunikasi yang pernah mengenyam pendidikan di TK diponegoro Tembalang Semarang, SD Negeri Karangklesem Purwokerto, SMPN 5 purwokerto dan SMAN 5 purwokerto tersebut mampu bersaing dengan 42 remaja putri dari seluruh Indonesia dengan berbagai macam ragam budaya. Dihadapan dewan juri ternama, ada juga dua putri Indonesia yang turut menjadi juri dalam ajang tersebut Athifa berhasil menunjukkan kelebihannya.
Meski hanya menjadi juara dua, remaja yang mempunyai hobi berkuda dan menembak mengaku sangat bangga bisa berpartisipasi di ajang tersebut.
“Sangat seneng banget bisa ikut acara itu. Apalagi ada putri Indonesia yang datang bahkan jadi juri juga. Jadi di situ bisa belajar banyak hal,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut Shyfa dan peserta lainnya menjalani karantina selama tiga hari di Jakarta. Dimana menurutnya ada banyak yang dipelajari dari mulai, attitud, public speaking dan lainnya.
“Kita diajari bener-bener selayaknya putri. Apalagi di situ kita bisa bertemu dengan teman banyak. Kalau juara dua nggak nyesel juga si, apalagi saingannya pinter-pinter banget, selain cantik, dari cara ngomongnya mereka juga sudah keren. Aku pasti bangga punya pengalaman tersendiri,” katanya.
Dalam ajang tersebut, menurut Shyva ada berbagai penilaian dari mulai talent show, pidato, kelas, hingga debat dan interview putri Indonesia.
“Kalau aku kebetulan mempertontonkan tari kontemporer, tari daerah dikolaborasikan dengan tarian modern. Aku juga bawa batik khas Banyumas banyak banget,” ujarnya.
Ke depannya, Shyfa bakal terus mengembangkan bakatnya, serta akan befokus pada karir modeling dan pendidikannya. Ketika ditanya apakah dirinya bakal maju pada ajang Putri Indonesia. Ia mengaku sangat tertantang dalam ajang tersebut.
“Kepingin pastinya, siapa yang nggak mau si ikut putri Indonesia,” lanjutnya.
Sementara itu menurut Any Rachmawati yang beken dipanggil Anyshyva, sebagai ibu dirinya tentu sangat bangga dengan perolehan anaknya tersebut. Dimana menurutnya untuk sampai pada titik tersebut, Shyfa telah mempersiapkan selama tiga bulan.
“Tiap hari les nari, les bahasa Inggris, kebetulan Shyfa juga dibantu dan di suport banyak pihak. Kami sangat berterimakasih atas support tersebut,” katanya

Pos terkait