Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan berharap ada bantuan dana lain seiring penurunan anggaran DAK Tahun 2022

Bangkalan, WARTAPANTURA.ID – Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) di bidang pendidikan mengalami penurunan. Pada APBD Bangkalan tahun 2021 lalu, nilainya masih sebesar Rp 23 miliar. Sedangkan di APBD tahun 2022, angkanya menyusut jadi Rp 18 miliar. Meski begitu, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat berharap ada bantuan dana lain untuk membenahi kekurangan sarpras di beberapa sekolah. 
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, menurunnya DAK di 2022 cukup berdampak pada kegiatan pendidikan di Bangkalan. Sebab, kebutuhan sarana dan prasarana sekolah masih banyak yang belum ideal. 
“Jika hanya mengandalkan dana dari bantuan operasional sekolah (BOS), tidak akan mampu memperbaiki infrastruktur sekolah. Sehingga masih perlu banyak bantuan dana untuk pengembangan dan pemenuhan kebutuhan tersebut,” kata Bambang. 
Bambang menjelaskan, kurangnya sarana dan prasarana antara lain banyak gedung sekolah yang rusak parah atau bahkan belum punya gedung. Sementara, anggaran BOS tidak bisa digunakan untuk kegiatan infrastruktur. 
“Masih banyak sekolah yang masih belum memiliki kamar mandi, perpustakaan dan lainnya,”jelasnya. 
Bambang berharap pemerintah bisa memberikan bantuan dana lain untuk pembangunan dan bantuan rehab sekolah. Mengingat kebutuhan belajar siswa tidak bisa menunggu lama dan harus segera diperbaiki jika kerusakannya parah. 
“Semoga saja nanti ada dana bantuan lain yang bisa kami akses,” terangnya. 

Pos terkait