Ini Dia Profil Dela Asfarina, Make Up Artist Asal Adiwerna Yang Jadi ASN Di Setjen DPR RI

Warta Gosip, WARTAPANTURA.ID – Memiliki pekerjaan tetap sebagai aparatur sipil negara (ASN) tidak menyurutkan semangat Dela Asfarina Cahyaningrum (26), perempuan asal Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna menjalani profesinya sebagai penata rias atau make up artist.
Sejak tahun 2019, dara kelahiran Adiwerna ini resmi menjabat sebagai perancang peraturan perundang-undangan ahli pertama di Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI. Meski tinggal di Jakarta, namun Dela, bagitu sapaannya, tetap menjalani profesi sampingannya sebagai make up artist yang sudah cukup ternama di Tegal dan Slawi.
Delaa Makeup sebagai branding usaha make up artist-nya ini sudah ia geluti sejak 2017. Berbekal dari pengalamannya menjadi kru di wedding organizer saat menempuh pendidikan sarjana di Universitas Negeri Semarang (Unnes), kini Dela sudah mampu melebarkan sayapnya menjalani usaha penata rias pengantin dan foto model.
Pengalaman Kerja di Wedding Organizer dan Terima Order Merias Teman
Selain aktif mengikuti kegiatan organisasi dan komunitas di lingkungan kampusnya, Dela yang menempuh jurusan Ilmu Hukum di Universitas Negeri Semarang (Unnes) juga aktif mengikuti kegiatan organisasi di luar kampus, salah satunya kru di sejumlah wedding organizer di Kota Semarang. Dari sini, ia mendapatkan banyak bekal dan pengalaman menjalani profesi make up artist, termasuk dalam hal manajemen usahanya.
Kemampuan seninya dalam merias kulit, terutama wajah sebagai media karyanya serta penggunaan produk make up sebagai alatnya sebagian besar ia peroleh secara otodidak dan belajar dari make up artist profesional di tempatnya bekerja dulu semasa kuliah.
Dela Asfarina Cahyaningrum (26), profesional make up artist asal Adiwerna, pemilik usaha Delaa Makeup saat merias pengantin wanita.
Dari sana pula kemudian Dela mulai sering mendapat tawaran merias wajah teman-temannya yang hendak diwisuda. Meski waktu itu hanya dibayar seikhlasnya saja, namun pengalaman yang ia peroleh menurutnya jauh lebih berharga dan tak ternilai. Karena menurut penyuka kuliner tempe ireng di salah satu warung makan di pertigaan Tuwel, Bojong ini, kepercayaan diri dan kepiawaiannya justru terbentuk dari pengalamannya merias sesama teman.
“Mungkin karena kedekatan sebagai teman, mereka jadi mudah saat menyampaikan saran dan masukan. Dan ini yang saya jadikan masukan positif untuk selalu menyempurnakan hasil, memperbaiki teknik yang ada atau mengeksplorasi teknik baru,” katanya.
Mencari Keberuntungan pada Seleksi CPNS
Meskipun sudah nyaman dengan usaha profesi make up artist, di tahun 2018 Dela mencoba peruntungannya mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari bekal gelar sarjana ilmu hukumnya di Unnes. Tak tanggung-tanggung, formasi yang ia ambil adalah perancang perundang-undangan di Setjen DPR RI yang persaingannya ketat dari seluruh Indonesia.
Dela mengaku tidak terlalu disibukkan dengan persiapan menghadap ujian. Bahkan menjelang pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD), Dela masih disibukkan dengan pekerjaannya sebagai make up artist. Meski demikian, bisa selalu bisa membagi waktunya belajar materi SKD yang secara bertahap ia rangkum sendiri menjadi catatan-catatan kecil.
Dari ketekunannya tersebut, dengan disertai doa dari kedua orangnya, Dela pun berhasil menempuh serangkaian ujian dan dinyatakan lulus diterima menjadi CPNS di Setjen DPR RI.
Sekilas Sekretariat Jenderal DPR RI
Setjen DPR RI merupakan unsur penunjang DPR yang berkedudukan sebagai kesekretariatan lembaga. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2015 tentang Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dijelaskan bahwa Setjen dan Badan Keahlian DPR RI adalah aparatur pemerintah yang dalam menjalankan tugas dan fungsinya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada pimpinan DPR RI. Setjen dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal dan badan keahlian di dalamnya dipimpin oleh kepala badan keahlian.
Dela Asfarina Cahyaningrum (26), ASN fungsional ahli pertama perancang peraturan perundang-undangan di Sekretariat Jenderal DPR RI.
Profil dan Pendidikan Dela
Dela Asfarina Cahyaningrum lahir di Desa Adiwerna tanggal 17 Juni 1995 dari pasangan Turino Junedi dan Siti Mualamah. Dela merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang tinggal di Jalan Beji, Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna.
Pendidikan dasar hingga sekolah menengah pertama ia tempuh di Adiwerna. Pendidikan sekolah dasar, ia selesaikan di SD Negeri 5 Adiwerna dan lulus tahun 2006. Sedangkan untuk jenjang sekolah menengah pertama ia tempuh di SMP Negeri 1 Adiwerna dan lulus tahun 2009. Adapun untuk pendidikan menengah atas, Dela memilih SMA Negeri 3 Kota Tegal sebagai tempatnya menimba ilmu dengan mengambil jurusan IPA dan lulus tahun 2012.
Lulus dari SMA Negeri 3 Kota Tegal, Dela pun melanjutkan pendidikan tinggi sarjana strata satunya di Unnes dengan mengambil Program Studi Ilmu Hukum. Semasa kuliah, Dela pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kominfo di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Hukum. Selain itu, ia juga aktif di Forum Komunitas Mahasiswa Tegal (Format) Unnes dan sempat menjabat sebagai Ketua Sosialisasi SNMPTN, SBMPTN, SPMU Unnes di SMA/MA/SMK se-Kota/Kabupaten Tegal tahun 2014.
Beberapa bulan lalu, Dela juga telah menyelesaikan pendidikan pascasarjana dengan gelar Magister Ilmu Hukum dari Universitas Pancasakti Tegal. Dan tepatnya tanggal 30 Oktober 2021 lalu, Dela mengakhiri masa lajangnya dengan dipersunting Vicky Zulfikar, wirausahawan asal Slawi Wetan.
Usaha Tata Rias Delaa Makeup
Usaha profesi tata rias atau make up artist yang digeluti Dela akan terus dijalani. Bahkan untuk ini, ia pun rela pulang pergi Jakarta-Tegal. Kesibukannya sebagai ASN bisa ia kerjakan dari mana saja karena pola kerja di lingkungan organisasinya relatif modern dan adaptif dengan perubahan zaman yang mengandalkan teknologi internet.
Dela mengungkapkan, pandemi Covid-19 tidak terlalu berdampak pada usahanya sebagai penata rias. Oleh sebab itu, ia tidak bisa melepaskan usahanya yang telah menjadikannya seorang seniman penata rias. Ditanya soal penghasilannya, ia mengaku rata-rata bisa mengantongi Rp 10 juta per bulan dari merias pengantin, orang wisuda maupun foto model. 

Pos terkait