Kopi Robusta Yang Melegenda Desa Sindanghela Hingga Perlunya Peran Pemerintah

YouTube video player

BREBES, WARTAPANTURA.ID – Desa Sindanghela terletak dikecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes, bejarak sekitar 13Km dari pusat Kecamatan Banjarharjo dan 47 km dari pusat Kabupaten Brebes
Desa yang mempunyai luas wilayah 822,54 hektar dan terbagi menjadi 7 pedukuhan yaitu, Dukuh parenca, dukuh turut, Dukuh Buadil, Dukuh Sindangsari, Dukuh Sindanghayu, Dukuh pasir Salem dan Dukuh cijambe
Mayoritas penduduk ialah petani, namun banyak sarjana dan orang-orang sukses terlahir didesa ini
Dikutip dari Wikipedia sejarah Desa Sindanghela, Asal mula desa ini dapat diceritakan melalui legenda pendek ketika Nini Kanang dan Aki Kanang mencari tempat bermukim. 
Kebetulan di sekitar tempat dia berdiri ada cangehgar (ayam hutan). Ayam itu lari kencang dan terbang. Diikutinyalah ayam itu. Ayam itu hinggap di suatu tempat, tepatnya yang sekarang di sana terdapat rumah Ki Raksabajing, sebelah utara bale dayeuh (balai desa)sekarang. 
Maka Aki Kanang dan Nini Kanang menetapkan untuk membuat rumah di situ. Inilah rumah pertama di Sindangheula. Mengapa dinamakan Sindangheula? Hal ini berkaitan dengan ketika suatu waktu dua orang Pangeran (orang keramat) bernama Pangeran Papak dan Pangeran Panjunan sindang (singgah; mampir) heula (beberapa saat) di suatu tempat di selatan desa (yang dinamakan Tabet) dan melakukan sembahyang di sana.
Bekas sembahyangnya berbekas telapak kaki. Keduanya beristirahat ketika akan dan atau telah pergi dari tempat keramat Gunung Kumbang.
Akan tetapi sayang ketika ada banjir bandang dari lamping (lereng) Tajursereh tahun 1987, tempat ini tergerus air banjir sungai Cigora. Lama-lama lokasi Sindangheula tempat bermukim Aki Kanang dan Nini Kanang ini kemudian menjadi pemukiman berpenduduk banyak. 
Sehingga perlu adanya pengaturan kependudukan dengan adanya seorang pemimpin. Menurut bapa kolot Kartaatmadja (1909-2004; kuwu hormat 1945-1967; kuwu kedua belas), yang menjadi kuwu (kepala desa) pertama desa ini adalah Buyut Roda dengan istrinya yang bernama Nini Bendi. Dinamai demikian karena konon dia mempunyai kendaraan roda (bendi, kereta kuda). Demikian keterangan dari bapa kolot Kartaatmadja
Tak luput dari sejarah dan perjuangan panjang Desa Sindanghela banyak potensi yang bisa digali hingga banyak manfaat untuk masyarakat setempat
Salah satu potensi desa yang sampai saat ini memiliki sejarah panjang ialah kopi Robusta, tim WartaPantura.id coba menelusuri sejarah dan perjuangannya
Kades Sindanghela daddi Suparman menceritakan, bahwa kopi Robusta ini memiliki sejarah panjang
Sebelum indonesia merdeka, kopi ini awalnya dibawa oleh Belanda dan ditanam warga masyarakat hingga kini menjadi ikon Desa dengan rasa kopi yang khas
Kopi Robusta kini telah di Budidayakan serta di produksi warga, Dengan keterbatasan produksi dan modal warga terus berupaya memajukan Home Industri Desa
Menurut Daddi saat di wawancara oleh tim WartaPantura.id kopi Robusta sendiri terbagi menjadi tiga pilihan jenis yaitu cerita, Karuhun dan Lasun
Daddi sangat mengapresiasi warganya untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu kopi Robusta sehingga membantu ekonomi warga masyarakat Desa Sindanghela
Daddi juga berharap pemerintah turut serta membangun usaha rumahan yang selama ini telah dirintis warganya untuk bisa memasarkannya secara nasional dan Global
Editor : DG
Reporter : Armin

Pos terkait