Lapangan Terbang Maospati, Magetan (1948)

Warta Sejarah – Saat ini bernama Lanud Iswahyudi. Dibangun sekitar tahun 1939 sebagai lapter militer yg dibangun bersamaan dengan Bugis (Malang), Panasan (Solo) dan Maguwo (Yogya).
Pada masa awal pembangunannya terdapat tiga hanggar pesawat. Hanggar Setren sebagai markas Skadron Falcon (Pemburu), Hanggar Ngunjung sebagai markas Skadron Pendidikan Penerbang dan Hanggar Kleco sebagai markas Skadron Brooster (Pemburu). 
Nampak di foto kemungkinan dua hanggar tersebut adalah Kleco (atas) dan Setren (bawah). Saat ini hanya tersisa Hanggar Kleco. Hanggar Ngunjung hancur saat penyerbuan Jepang. Hanggar Setren rusak saat Agresi Militer Belanda. Cmiiw.
Foto udara ini juga memperlihatkan atap hanggar dan gudang rusak berat. Landasan pacu pesawat juga nampak berlubang2. Kemungkinan difoto setelah lapter diserang pesawat tempur Belanda pada masa Agresi Militer Belanda. 
Terlihat sebuah jalur rel kereta api dari Stasiun Barat di sebelah utara masuk menuju sebuah gudang didalam area lapter. Dahulu digunakan sebagai jalur transportasi perbekalan terutama bahan bakar pesawat. 
Stasiun Barat sendiri adalah stasiun di jalur utama kereta Madiun – Solo yang sampai saat ini masih beroperasi. Sedangkan jalur kereta transportasi stasiun Barat menuju lapangan terbang sudah dinon aktifkan walau masih terlihat bekas2 rel nya disepanjang jalur rel.
Lapangan terbang Maospati awalnya dibangun sebagai persiapan pertahanan menjelang Perang Dunia II sempat menjadi basis pesawat tempur sekutu saat menghadapi Jepang. Pada saat kekuasaan Jepang, Lapter Maospati selain sebagai Pangkalan Udara juga sebagai gudang penyimpanan motor pesawat. 
Tahun 1960, lapter Maospati berganti nama menjadi Iswahyudi. Kini lanud Iswahyudi tetap hanya khusus digunakan sebagai lanud militer dan menjadi home base Wing Udara 3 Tempur berisikan pesawat F16, F5E dan T50. 
Foto udara :
KITLV MLD 324_05
Credit : fb/nikki Putrayana 

Pos terkait