Legenda Gunung Galunggung, Hingga Asal Usul Tasikmalaya Jawa Barat

Foto :Tribunwiki.com
Warta Sejarah – Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2167 meter diatas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat Kota Tasikmalaya
Untuk mencapai bibir kawah Gunung Galunggung dibangun sebuah tangga yang memiliki 620 anak tangga Gunung ini memiliki dua Puncak yaitu Puncak Dinding Ari dan Puncak beuti tenar 
Kedua Puncak tersebut dapat dijangkau dengan cara mendaki melalui jalur yang tersedia di wilayah ini terdapat beberapa daya tarik wisata yang ditawarkan antara lain objek wisata dan daya tarik wanawisata dengan areal seluas kurang lebih 20 hektar di bawah pengelolaan Perum Perhutani, objek yang lainnya seluas kurang lebih tiga hektar berupa pemandian air panas lengkap dengan fasilitas kolam renang kamar mandi dan bak Rendam air panas 
Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1822  tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822 di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur 
Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah 
Kemudian pada tanggal 8 Oktober sampai dengan 12 Oktober letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas Abu halus awan panas serta lahar aliran lahar bergerak ke arah Tenggara mengikuti aliran-aliran sungai 
Letusan ini membawa korban kurang lebih 411 Jiwa dan menghancurkan 114 desa dengan kerusakan lahan 
ke arah timur dan selatan sejauh 40 kilometer dari puncak gunung 
letusan berikutnya terjadi pada tahun 1894 diantara tanggal 7-9 Oktober terjadi letusan yang menghasilkan awan panas, lalu pada tanggal 27 dan 30 Oktober terjadilah hari yang mengalir pada alur sungai yang sama dengan lahar yang dihasilkan pada letusan letusan ini menghancurkan 50 Desa sebagian rumah ambruk karena tertimpa hujan abu
Pada tahun 1918 di awal bulan Juli letusan berikutnya terjadi diawali dengan gempa bumi
Letusan tanggal 6 Juli Ini menghasilkan hujan abu setebal 2-5 meter, yang terbatas didalam kawah dan lereng Selatan, pada tanggal 9 Juli pemunculan kubah lava di dalam danau kawah setinggi 85 meter dengan ukuran 560 kali 440 m yang kemudian dinamakan gunung jadi letusan terakhir terjadi pada tanggal 5 Mei tahun 1982 disertai suara kentongan pijaran api dan kilatan halilintar
Kegiatan letusan berlangsung selama sembilan bulan dan berakhir pada 8 Jan 10 1987 selama periode letusan ini sekitar 18 orang meninggal sebagian besar karena sebab  usia tua, kedinginan, dan kekurangan pangan
Perkiraan kerugian saat itu mencapai 1 milyar rupiah dan 20 Desa ditinggal tanpa penghuni, letusan pada periode ini juga telah menyebabkan berubahnya peta wilayah pada radius sekitar 20 km kawah Galunggung Yaitu mencakup Kecamatan Indihiang, Kecamatan sukaratu dan Kecamatan leuwisari 
Perubahan peta wilayah tersebut lebih banyak disebabkan oleh terputusnya jaringan jalan dan aliran sungai serta areal perkampungan akibat melimpahnya aliran lava dingin berupa material batuan Kerikil dan pasir
Menurut Misteri asal-usul mitos sejarah Gunung Galunggung dimulai pada abad ke-12, dikawasan ini terdapat suatu Rajamandala atau kerajaan bawahan Galunggung, yang berpusat di rumah tak yang sekarang masuk dalam wilayah desa linggawangi Kecamatan leuwisari Tasikmalaya 
Tempat sejarah Gunung Galunggung merupakan salah satu pusat spiritual kerajaan Sunda pra Pajajaran dengan tokoh pimpinannya 
Pada abad ke-12 saat pengaruh Islam menguat pusat tersebut pindah ke daerah Pamijahan dengan Syekh Abdul Muhyi pada abad ke-17 sebagai tokoh ulama panutan 
Sumber prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di sana menyebutkan bahwa pada tahun 1033 Saka atau pada tahun 1111 masehi, Batari Hyang membuat susuk atau Parit pertahanan peristiwa Yusuf atau pembuatan Parit ini berarti menandai adanya penobatan kekuasaan baru di sana yakni di wilayah Galunggung 
Sementara naskah Sunda kuno lain adalah amanat Galunggung yang merupakan kumpulan naskah yang ditemukan di kabuyutan ciburuy Garut Selatan berisi petuah-petuah yang disampaikan oleh rakyat darmasiksa penguasa Galunggung Pada masa itu kepada anaknya
Sementara Prabu Jaya pakuan dari kerajaan Sunda pakuan Pajajaran yang telah melakukan dua kali perjalanan dari pakuan Pajajaran ke Jawa sempat menuliskan Galunggung 
Dalam catatan perjalanannya Tasikmalaya tak bisa dipisahkan dari provinsi Jawa Barat, Kota bersejarah ini dijuluki sebagai sang mutiara dari Priangan Timur 
Nama Tasikmalaya ada dalam administrasi Hindia Belanda pada tahun 1823 
Nama tersebut digunakan distrik tasikmalaya-jogja of cicariang dengan wilayah Sepanjang 37 fall, diperkirakan nama Tasikmalaya pertama kali digunakan sekitar tahun 1816 sampai dengan 1820 dikutip dari buku asal-usul kota-kota di Indonesia tempo dulu yang ditulis Zainuddin Hm di masa lampau 
Di wilayah Tasikmalaya ada Sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Galunggung kerajaan tersebut berdiri pada 13 badra apa tahun 1033 Saka atau pada tanggal 21 Agustus tahun 1111 penguasa pertama adalah Batari Hyang 
Kala itu ada ajaran yang dikenal dengan Sanghyang siksakanda karesian, ajaran tersebut menjadi ajaran resmi di masa Prabu Siliwangi yang bertahta di pakuan Kerajaan Galunggung bertahan hingga enam kali pergantian raja yang kesemuanya masih keturunan dari Batari Hyang 
Pada masa lalu Tasikmalaya bernama Sukapura yang berada dibawah kekuasaan Sultan Agung dari kerajaan Mataram
 Ada 2 versi terkait asal-usul nama Tasikmalaya versi pertama Tasikmalaya berasal dari dua kata bahasa Sunda yakni geosig yang berarti pasir dan wilayah yang berarti bertebaran sehingga secara garis besar Tasikmalaya berarti pasir yang bertebaran versi ini 
Terkait letusan Gunung Galunggung pada tahun 1822 yang berpengaruh besar pada Kabupaten Sukapura saat letusan terjadi banyak pasir yang menyelimuti Sukapura, sehingga daerah tersebut disebut kaushik melayah yang kemudian dikenal dengan nama Tasikmalaya 
versi kedua menyebut Tasikmalaya berasal dari dua kata yakni Tasik dan Malaya Tasik berarti laut Telaga atau air yang menggenangi wilayah sedangkan Malaya berarti jajaran gunung-gunung 
Sehingga Tasikmalaya dapat dimaknai dengan gunung yang banyak laksana air laut disebutkan letusan gunung yang menyebabkan terbentuknya juang jurang yang terjal dan membentuk sebuah formasi sepatu kuda kearah Timur Gunung Galunggung 
Konon ada 3647 bukit-bukit kecil di kawasan tersebut yang memperkuat ciri khas geografis Tasikmalaya sayangnya bukit-bukit kecil tersebut sudah tak ada lagi karena pembangunan yang tertinggal hanyalah nama Bukit di tengah kota Tasikmalaya 
Dari cerita tersebut banyak orang yang berpendapat jika nama Tasikmalaya ada setelah Gunung Galunggung meletus hal tersebut diperkuat dengan laporan residen Priangan di tahun 1816 yang tidak menyebut nama Tasikmalaya sebagai sebuah distrik
Sementara setelah masa Kerajaan Galunggung ada periode kepemimpinan Sukakerta cikal bakal Sukapura yang menjadi Tasikmalaya Sukakerta berpusat di daerah salopak yakni daerah yang merdeka dari pengaruh kekuasaan manapun
 Sukakerta merupakan salah satu daerah bawahan dari kerajaan Sunda Pajajaran yang berpusat di pakuan penguasa pertama Sukakerta adalah Srigading antek masa hidup Srigading antek diperkirakan sejaman dengan Prabu Siliwangi atau sribaduga Maharaja yaitu sekitar akhir abad ke-15 sampai awal abad ke-16
Sementara dalam Sukakerta yang bernama Braja Yudha adalah penerus Tahta Sukakerta yang hidupnya diperkirakan sejaman dengan Prabu surawisesa sebagai penerus tahta kerajaan Pajajaran sepeninggal Prabu Siliwangi di Tasikmalaya mencatat beberapa sejarah di masa penjajahan salah satunya perjuangan melawan Jepang yang dipimpin oleh Kyai Haji Zainal Mustofa di Singaparna
Tasikmalaya juga mencatat sejarah penerbangan pertama dengan pesawat terbang Ia menggunakan bendera merah putih dari pangkalan udara Cibeureum penerbangan tersebut dilakukan oleh pilot Adisucipto dan Basyir Surya Selain itu kongres pertama koperasi Indonesia juga dilakukan di Tasikmalaya yang melahirkan Hari Koperasi pada tanggal 12 Juli serta lahirnya konsep pertahanan keamanan rakyat semesta atau hamkam rata 
Saat  ini Tasikmalaya terkenal dengan berbagai kerajinan seperti bordir payung geulis yang menjadi icon Jawa Barat kelom geulis sandal tradisional hingga Batik Tasikmalaya reg Ia hanya itu Tasikmalaya juga dikenal dengan panorama alam yang indah seperti situgede Gunung Galunggung Cipatujah dan objek wisata lainnya di
Sumber :yt/Berbagi Tahu 

Pos terkait