Mbak Rumini dan mbah Marijan ,(Tragedi Semeru & Merapi )

Foto :Ilustrasi oleh Tasripudin 
Warta Ngaji – Bebrapa tahun lalu pernah LBM ada pembahasan tentang tentang status kematian “mbah Marijan” dalam tragedi meletusnya merapi,saya kebetulan saat itu juga menghadirinya,berdebatan cukup alot,karna perbedaan sumber berita ,dan pemahaman ibarot,ada juga salah syawir menyarankan untuk di tawaqufkan,tapi ditolak dan musyawaroh tetap berlanjut,
Yang unik adalah di saat semua mubahitsin fokus pada kajian fiqhnya mati syahid/bukan ada seorang mushohih yag sangat alim yang mengarahkan bahasan itu ke tasawuf ,Bahwa kematian sperti “mbah marijan  ini tidak bisa difiqihi ,karna tak ada saksi mata yang melihat persis kejadian itu, maka itu urusannya adalah  tasawuf,paling mentok ya diperrinci jawabnyya “kurang lebih cuplikan yang kami tangkap saat itu,
Sekarang juga ada kasus mbak rumini yang dari salah satu sumber mengatakan bahwa dia mati karna menyelamatkan ibunya ,andai dia lari kemungkinan besar selamat,karna faktanya anak2nya slmat,namun sumber lain mengatakan bhawa keduanya sbenarnya sudah berusa lari dari letusan itu,hanya karna faktor usia jalannya menjadi lambat dan tak tertolong lagi,
Kalo ditanya bagaimana status kematiannya?
ya wallohu a’lam,
banyak cara untuk menghukumi beliau bersalah,banyak pula cara menghukumi beliau benar, namun saya tetap berdoa semoga beliau syahid fil akhiroh dicatat sebagai anak yang berbakti pada orang tuanya.
Dulu juga ada shohabat yang rela berkorban demi melindungi Kanjeng Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم ,yang menangkis serangan musuh dengan wajahnya namanya adalah qotadah,
meski ada perbedaan cerita namun cerita Mbak rumini dan qotadah mempunyai subtansi yang sama yaitu atas dasar CINTA ,Iya benar,karna cinta rela berkorban apa saja….
Berikut kisahnya 
   Dalam peristiwa perang Uhud salah satu sahabat Nabi yang bernama qotadah bola matanya terlepas dan mengalir dipipinya,ini terjadi karna dia menangkis panah musuh dengan wajahnya agar tak kena Nabi muhammad Saw . Qotadah mengambil bola matanya lalu kemudian berjalan dan mendekati Nabi,Nabi muhammad pun menangis saat ia melihat kondisi fisik qotadah ,sambil menangis beliau berkata  pada Qotadah : ” jika kamu mau bersabarlah maka bagimu adalah surga, dan jika kamu mw aku mampu mengembalikan bola mata ini seperti sedia kala namun engkau tak mendapaykan bagian apa-apa”
Qotadah menjawab:” ya rosulalloh sesungguhnya surga itu adalah balasan yang sang indah,dan pemberian yang sangat agung,akan tetapi ya rosul diriku ini diuji sebagai lelaki pecinta wanita aku takut para wanita itu mengatai  aku lelaki buta sebelah, hingga mereka  tak mw lagi padaku( kalo di bahasakan sekarang  “aku masih pengen nganu yarosul:) ya Rosul kembalikanlah bola mataku seprti sedia kali dan mintakanlah padaku agar  Alloh memasukan aku   dalam surganya
(Hehe ,Rosulloh maw di akali qotadah,mungkin saja  hati rosul juga menahan tawa campur sedih ,mendengar permintaan itu diminta salah satu eh dua-duanya diminta ,pengennnya masuk surga tanpa sengsara)
Rosulullohpun memanjatkan do’anya:” Ya Alloh qotadah sebagaimana ia menjaga wajah  Nabi-Mu,maka jadikanlah  bola matanya ini menjadi  bola mata yang paling bagus dan yang paling tajam penglihatanya” (Rosululloh tak mendoakan surga baginya,sepertinya  beliau tak mw akali..:)
Dan benar seketika itu bola matanya kembali seperti semula .setelah peristiwa itu matanya yang satu itu menjadi mata yang paling bagus,tak pernah pernah sakit ketika mata yang satunya sakit ..
Editor : Tasripudin 
Sumber kitab tuhfatul murid
Penulis: Gus Dullah

Pos terkait