Menguak Hilangnya Keraton Majapahit

Gbr ilustrasi/yt/topinfo

Warta Sejarah – Majapahit merupakan salah satu Imperium terbesar yang pernah berdiri di tanah nusantara pada masa kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, Dikutip dari kanal Youtube Top Info, Rabu (5/1/22)

Wilayah kekuasaan Majapahit konon mencapai tumasik atau Singapura Melayu atau Malaysia dan syam atau Thailand sebuah bukti yang menunjukkan bahwa Majapahit adalah negara adikuasa yang pernah ada di Asia Tenggara
Selain daerah kekuasaan Majapahit yang begitu luas, kedigdayaan majapahit juga ditunjukkan melalui kemegahan istana kerajaan, di dalam Kitab Negarakertagama gubahan Mpu Prapanca, disebutkan bahwa bangunan keraton Majapahit dikelilingi tembok bata tebal dan tinggi berwarna merah di dalam Kompleks Keraton berdiri kediaman Raja tempat peribadatan kediaman para pejabat pemerintahan rumah bagi para film kerajaan pendopo tempat pertemuan raja dengan para bawahannya serta bangunan yang dikhususkan bagi pujangga Kerajaan
lebih lanjut Mpu Prapanca menggambarkan bahwa keraton Majapahit bak istana di negeri Kayangan karena saking indahnya bangunannya bertingkah dengan tiang kuat dipenuhi dengan berbagai ukiran indah serta berwarna-warni di dalam Kompleks Keraton terdapat taman yang begitu luas dan indah dipenuhi oleh bunga tanjung Cempaka Keysara Wungu dan aneka bunga lainnya 
Laksamana cheng-ho secara lebih detail menjelaskan bahwa Majapahit memiliki Kraton yang besar megah dan mewah lantainya dari kayu dengan ditutupi anyaman tikar tumbuhan bahkan disebutkan tembok dan tangga keraton Majapahit pada saat itu dilapisi dengan emas, yang menunjukkan bahwa kerajaan berlimpah harta
 tapi di manakah Keraton itu berada di mana jejaknya saat ini? 
Para arkeolog sepakat bahwa keraton Majapahit terletak di ibukota kerajaan untuk lokasi ibukota Majapahit terdapat dua pendapat hampir seluruh arkeolog menyetujui jika ibukota Majapahit terletak di Trowulan Mojokerto 
Hal ini didukung oleh berbagai penemuan peninggalan Majapahit yang ditemukan di situs Trowulan serta kabar dari kitab Negarakertagama
Namun sejumlah kecil arkeolog berpendapat lain bahwasanya ibukota Majapahit terletak di Kedaton Jombang hal ini didasarkan pada asal kata Kedaton yang berarti Keraton serta diperkuat dengan peninggalan candi yang ditemukan di Kedaton
kemudian mengapa Istana Majapahit hingga saat ini hilang tak berbekas bak Ditelan Bumi??? 
Ada beberapa pendapat mengenai hilangnya keraton Majapahit pertama bahan bangunan keraton yang terbuat dari bahan-bahan organik, sehingga menyebabkan bangunan Keraton mengalami proses pelapukan dan tidak bisa bertahan hingga ratusan tahun layaknya candi yang terbuat dari batu alam yang masih bisa kita jumpai hingga saat ini 
Kedua bangunan Keraton hilang karena adanya bencana alam, pendapat ini menyebutkan bahwa bangunan Keraton bisa jadi terkubur oleh Abu letusan gunung berapi, mengingat di kawasan Jawa Timur terdapat banyak gunung aktif 
Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa keraton Majapahit hilang dikarenakan terkubur lumpur yang berasal dari Sungai tempat lahar Gunung berapi melintas 
pendapat ini cukup masuk akal mengingat letak keraton Majapahit yang diperkirakan berlokasi dekat dengan Sungai Brantas
Ketiga adanya konflik internal dan serangan dari kerajaan lain dalam Babad Tanah Jawa disebutkan bahwa sekitar tahun 1400-an Demak Bintoro yang kala itu dipimpin oleh Raden Patah Putra Prabu Brawijaya 5 menyerang Majapahit dan menghancurkan ibukota Kerajaan Majapahit termasuk Kraton Majapahit
Akan tetapi pendapat tersebut dibantah oleh beberapa ahli yang menyebutkan bahwa Babad Tanah Jawa merupakan produk kolonial Belanda yang bertujuan untuk mengadu domba kaum Islam dengan kaum Hindu Budha
Keempat atmodarminto berpendapat kehancuran Majapahit disebabkan oleh serangan militer dari wilayah Kediri yang dipimpin oleh girindrawardhana serangan ini berlangsung beberapa saat lamanya dan dimenangkan oleh pihak Kediri membuat girindrawardhana menjadi Majapahit
Hal ini kemudian memicu Demak menyerang Majapahit dengan motif menumbangkan girindrawardhana
karena sosok ini dianggap bukan pemimpin Sakra jaman Majapahit
Karena bukan keturunan Wangsa Rajasa, selain serangan dari pihak luar kondisi internal Majapahit sudah kacau balau terutama sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada, korupsi merajalela perebutan pengaruh dan kekuasaan terjadi antar kerabat kerajaan 
Tradisi kerajaan yang sudah lemah menyebabkan keraton Majapahit jadi salah satu sasaran perusakan pemberontakan dan penyerangan dari kerajaan lain 
Kelima penjarahan ilegal pada masa penjajahan dalam sebuah catatan laporan Belanda disebutkan pada sekitar tahun 1851 Hai wilayah Trowulan kehilangan sekitar 5 juta kubik tanah sebagai akibat penggalian ilegal yang dilakukan oleh para pemburu peninggalan Kerajaan Majapahit, disinyalir banyak sekali peninggalan Majapahit yang juri pada saat itu
Keenam keraton Majapahit moksa pendapat ini mungkin tidak didasarkan pada alasan yang ilmiah akan tetapi dalam ilmu sejarah khususnya di Indonesia, jika suatu kejadian belum juga ditemukan penyebabnya bisa jadi hal tersebut disebabkan faktor x yaitu hal gaib yang berada diluar jangkauan indera manusia 
Beberapa orang berpendapat keraton Majapahit sengaja di moksa dan dihilangkan oleh makhluk gaib dengan tujuan kelestarian Kraton tetap berjalan di alam yang lain dan terlindung dari tangan-tangan jahil Para manusia
Sumber :yt/topinfo 

Pos terkait