Pasar Antik Dan Vintage Ada Di Yogyakarta

Pasar Antik dan Vintage di Pasar Seni Gabusan yang juga dihadiri secara langsung GPBH Yudhoningrat dan Direktur Utama PT. Bank BPD DIY, Santoso Rochmad. Sabtu (04/12/2021).  Foto :  Istimewa
Bantul, WARTAPANTURA.ID – Bupati Bantul malam tadi menghadiri acara Puncak Grand Opening Pasar Antik dan Vintage di Pasar Seni Gabusan yang juga dihadiri secara langsung GPBH Yudhoningrat dan Direktur Utama PT. Bank BPD DIY, Santoso Rochmad. Sabtu (04/12/2021). 
Dalam acara tersebut dilaksanakan penyerahan secara simbolis berupa Digi Ecosystem oleh Direktur Utama PT. Bank BPD DIY kepada perwakilan Komunitas Pedagang Antik dan Vintage Yogyakarta (Kompak-Yo). Selain itu, juga diserahkan KUR Nelayan kepada Kelompok Nelayan Mino Samudro dan Usaha Mina.
Lebih lanjut, PT. Bank BPD DIY juga memberikan bantuan CSR kepada Pemerintah Kabupaten Bantul berupa Sekat Los Antikan dan juga Kolam Ikan di SMP Negeri 2 Sedayu.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada PT. Bank BPD DIY yang senantiasa memberikan dukungan kepada para UMKM yang ada di Kabupaten Bantul baik melalui kredit, program CSR maupun tekhnologi. Sehingga, para pelaku UMKM di Kabupaten Bantul bisa memanfaatkan bantuan yang diberikan untuk bisa mengembangkan usahanya.
“Kabupaten Bantul memang merupakan Kabupaten UMKM dan juga Kabupaten industri utamanya industri kreatif yang memiliki potensi pasar yang masih bisa untuk terus kita kembangkan bersama,” ungkap Bupati.

Bupati juga menyampaikan jika Pasar Seni Gabusan (PSG) beberapa waktu terakhir ini keberadaannya semakin eksis, semakin berkembang dan semakin diminati oleh para pelaku usaha dan masyarakat konsumen. 

“Ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemkab Bantul utamanya Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul bersama para pelaku usaha telah menghasilkan suatu kinerja yang positif. Terbukti, pada malam hari ini PSG ramai dikunjungi oleh masyarakat,” tambah Bupati.
Dengan demikian, kedepan Pemkab Bantul akan terus melakukan penataan dan terus memperbaiki pengelolaan PSG serta mencari peluang yang dapat dilakukan sebagai bentuk upaya dalam pengembangan PSG.
“Karena, awalnya PSG memang menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bantul.
Dengan keberadaan Pasar Antik dan Vintage, serta kolaborasi bersama para pelaku wisata dan penyedia jasa pariwisata, saya yakin PSG ini akan semakin ramai dikunjungi oleh para wisatawan,” pungkas Bupati. 

Pos terkait