Sadis! Media Prancis Sebut Kiper PSG, Gianluigi Donnarumma Sebagai ‘Tukang Gali Kubur’

Warta Bola – Penampilan Gianluigi Donnarumma saat PSG ditumpas Real Madrid mendapat penilaian negatif dari media asal Prancis, L’Equipe. Bahkan, kiper utama Timnas Italia itu disebut sebagai ‘tukang gali kubur’ untuk PSG.
PSG menderita kekalahan dengan skor 3-1 dari Real Madrid pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions, Kamis (10/3/2022) dini hari WIB. Hasil di Bernabeu itu membuat PSG angkat koper dari Liga Champions 2021/2022.
PSG hanya menang dengan skor 1-0 pada leg pertama di Paris lewat gol Kylian Mbappe. Jadi, PSG kalah dengan agregat 3-0. PSG gugur pada babak 16 Besar dan Real Madrid melangkahkan kaki ke babak perempat final.
Gianluigi Donnarumma mendapat sorotan tajam usai PSG kalah dari Real Madrid. Donnarumma dianggap punya andil atas gol pertama Karim Benzema. 
Pada proses gol pertama Real Madrid, Donnarumma salah mengumpan pada Vinicius Junior. Saat itu, Donnarumma mendapat pressing dari Benzema dan ada kontak. Tapi, wasit tidak melihat ada pelanggaran pada momen itu.
Gol tersebut membuat skor menjadi imbang 1-1 dan menjadi awal petaka bagi PSG. Sebab, Real Madrid kemudian menambah dua gol lainnya. Donnarumma pun menjadi bulan-bulanan fans dan media Prancis.
L’Equipe memberi penilaian yang sangat keras kepada Donnarumma. Pemain Terbaik Euro 2020 itu mendapat nilai 2 dari 10 atas performanya di laga melawan Madrid. Sebelumnya, L’Equipe memberi nilai 3 untuk Lionel Messi atas performa pada leg pertama.
“Pada malam di mana dia (Donnarumma) dinobatkan sebagai pemain ‘Nomor 1’ PSG dengan mengorbankan Keylor Navas, Donnarumma menjadi tukang gali kubur bagi PSG,” ulas L’Equipe atas performa eks pemain AC Milan.
Gol pertama Real Madrid ke gawang PSG menjadi cerita kontroversi. Kubu PSG mengklaim ada pelanggaran yang dilakukan Benzema. Bahkan, presiden PSG Nasser Al Khelaeffi protes keras dan mencari ruang ganti wasit begitu laga usai.
Pelatih PSG, Mauricio Pochettino, juga merasa terjadi pelanggaran pada aksi Benzema pada Gianluigi Donnarumma.
“Ada perasaan tidak adil. Karena gol. Itu jelas pelanggaran dari Benzema terhadap Donnarumma. Keadaan emosional permainan berubah dan kami terekspos. Itu pukulan besar karena kami adalah tim yang lebih baik dalam pertandingan ini,” kata Pochettino.
Sementara, Real Madrid punya pendapat lain. Carlo Ancelotti sejak awal memang ingin pemainnya melakukan pressing tinggi. Ancelotti meminta Benzema dan kolega berupaya merebut bola bahkan ketika berada di wilayah lawan.
Lalu, menurut Benzema, apa yang dilakukan pada Donnarumma bukan aksi tercela. Hanya melakukan pressing biasa dan bukan pelanggaran.
“Gol pertama? Tidak, tidak ada apa-apa. Tidak ada pelanggaran. Cuma pressing doang. Ia seharusnya membuangnya. Ia menunggu dan menunggu dan kehilangan bola pada akhirnya,” ucap pemain asal Prancis itu.

Pos terkait