Sirih Pinang Papua Warisan Turun Temurun

Lapak pedagang buah pinang, Pasar Putikelek Wamena Papua (Foto :Istimewa) 
Warta Tradisi – Tradisi makan sirih pinang atau menikmati pinang di Papua sudah berjalan turun temurun sejak berabad-abad yang lalu. Tidak hanya menjaga kesehatan gusi dan gigi, pinang dan sirih juga menjadi lambang keakraban dan persaudaraan bagi warga Papua.
Tidak heran jika ada perhelatan besar, seperti pernikahan atau kematian, pinang menjadi suguhan yang wajib.
Selain berfungsi sebagai “pasta gigi”, pinang juga menjadi santapan pencuci mulut selepas makan makanan utama. Ini bisa disejajarkan dengan makan buah pencuci mulut. Orang malah bilang kalau pinang adalah permennya orang Papua. Penikmat buah pinang dari anak-anak sampe orang tua, baik laki-laki maupun perempuan.
Lebih dari itu, mengunyah pinang bagi masyarakat Papua adalah sebuah simbol dan bukti kecintaan terhadap tanah Papua.
Sumber :fb/ an chu 

Pos terkait